| Panduan Sederhana Membeli Kamera SLR Tua |
| Ditulis oleh Leo Lintang |
| Minggu, 10 Agustus 2008 23:34 |
Era keemasan kamera film sudah lewat digusur oleh kamera digital namun bukan berarti kamera film hilang begitu saja. Sebagian kecil photographer muda tampaknya ada yang menaruh perhatian pada kamera antik tanpa sensor ini namun sering keinginan ini harus diurungkan karena bingung menentukan kriteria kamera yang harus dibeli. Kadang untuk hal sederhana sekalipun seperti menentukan kondisi barangnya, apakah masih berfungsi bagus atau rusak saja tampaknya tidak mudah. Maklum kamera antik yang bisa dijalankan tanpa battery ini tidak punya monitor dibagian belakang untuk preview hasil jepretan.Saya sebelumnya juga sempat mengalami hal yang sama. Berdasarkan pengalaman beberapa kali transaksi, saya menjadi sedikit mengetahuinya dan bersama ini dengan segala keterbatasan dan kekurangannya, saya memberanikan diri untuk menuliskannya dengan harapan mudah mudahan bermanfaat. Segala kekurangan dan kesalahan jadi tolong dimaafkan atau dikoreksi. Hal pertama, sebelum cek fisik dilakukan adalah mengecek kelayakan harga. Harga yang ditawarkan hendaknya sesuai dengan harga yang berlaku di pasaran, untuk type dan jenis kamera yang sama. Kalau harganya sudah didapatkan dan dianggap sesuai, barulah langkah di bawah ini dilakukan. Barang katagori langka, collection items adalah perkecualian.
Langkah diatas saya berikan untuk kamera film analog mekanik, sedangkan untuk kamera rangefinder, pocket, kamera berbahan plastik, sedikit berbeda namun tampaknya pointnya sama saja. Lakukan pengecekan terutama viewfinder dengan lensa terpasang.
Beberapa tip tambahan : Membawa atau menyiapkan lensa sendiri Khususnya ketika membeli kamera "body only". Tanpa lensa terpasang, fokus, kebersihan split screen akan menjadi sedikit sulit. Kamera Canon MF dan AF mempunyai mount yang berbeda, sehingga menyiapkan lensa sendiri sedikit susah sedangkan merek lain seperti Nikon atau Pentax tampaknya sedikit lebih mudah karena mountnya yang sama antara kamera AF dan MF (kecuali mount ulir), sehingga lensa digitalpun bisa dipakai sekedar untuk mengecek kebersihan bagian dalam saja. Siapkan battery kamera baru sebagai cadangan. Membuka penutup belakang kamera, kelihatanya bagian ini sepele namun saya kadang kesulitan melakukannya, walaupun untuk kamera sendiri. Maklum, proses buka membuka ini tidaklah rutin dilakukan, apalagi untuk katagori orang tua seperti saya yang ingatannya mulai menurun. Umumnya kamera dibuka dengancara menarik penggulung roll yang terletak di kiri atas ke atas, penutup belakang akan terbuka kesamping seperti mebuka buku tulis. Namun ada juga yang dilakukan dengan penarik tuas pengunci di sisi kiri, atau malah ada yang tombol penjepitnya ada di bawah, kamera terbuka seperti membuka korek api. Saya biasanya cari cara amanya saja dengan minta tolong penjualnya untuk membuka, walaupun cara ini kelihatan bodoh tapi tampaknya jauh lebih aman ketimbang membayar biaya kerusakan karena kesalahan sepele oleh : Nyoman Ardika Fotografer.net |
| Terakhir Diperbaharui ( Rabu, 05 November 2008 14:14 ) |